KEBAKARAN LAGI DAN LAGI

Foto untuk : KEBAKARAN LAGI DAN LAGI
Share

Giri Menang, Selasa 25 Juli 2017– Setelah wilayah utara, hari ini (25/7) kebakaran kembali terjadi di wilayah Lombok Barat. Api meluluh lantakkan villa dan gudang di Dusun Batu Kijuk Sekotong Barat milik expatriat asal Australia bernama Anthony Stephen Hudckinson yang saat kejadian sedang tidak berada di tempat.

Villa yang berada di ujung selatan wilayah kabupaten Patut Patuh Patju itu terbakar sekitar pukul 12.20 siang, sementara diduga disebabkan oleh konsleting listrik.

Salah seorang pegawai villa tersebut bernama Yuni (45 tahun), awalnya tidak begitu memperhatikan kepulan asap yang ada di seputar villa yang dijaganya. Perempuan tersebut masih menduga bahwa asap tersebut bersumber dari pembakaran sampah yang biasa dibakar, namun semakin lama asap tersebut semakin tebal. Alangkah kagetnya setelah ia tahu api telah mulai membakar atap villa yang dibuat dari alang-alang dan ijuk yang memang mudah terbakar.

Yuni pun meminta tolong warga sekitar villa untuk memadamkan api sambil berusaha menghubungi Polsek Sekotong yang kemudian meneruskannya ke Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Barat (DPK Kab. Lobar)
Angin pantai yang demikian kencang semakin mengobarkan si jago merah dan membuat warga kewalahan sampai bangunan lain di villa tersebut terimbas kobaran api.

Petugas piket di DPK Lobar yang menerima laporan langsung bersiap. Dengan kekuatan 3 mobil damkar dan 1 mobil suplay, Dinas pimpinan Fauzan Husniadi itu pun meluncur menyusuri jalan sempit dan berbukit dari Gerung ke Sekotong.

“Dengan jarak yang cukup jauh dan kondisi menuju lokasi relatif menyempit di Gerepek, kita baru bisa sampai ke titik lokasi sekitar 30 menit,” cerita Fauzan Husniadi.

Dengan kobaran api yang masih besar akibat hembusan angin laut yang cukup keras, api baru bisa ditaklukkan setelah Pasukan Biru Lombok Barat dengan dibantu warga berjibaku selama 30 menit. Bahkan, relawan yang sempat dilatih oleh DPK pun bergerak cepat membantu proses pemadaman.

“Api telah membakar habis 1 unit villa, 1 ruang gudang, 1 bangunan ruang kerja staff, dan 1 buah berugak. Kerugian baru ditaksir mencapai minimal 500 juta, namun syukurlah tidak ada korban jiwa” ujar Fauzan dengan nada prihatin. Saat ini lokasi kejadian sudah menjadi area prnyelidikan Kepolisian Sektor Sekotong.

Melihat trend kebakaran yang kerap terjadi lebih banyak disebabkan oleh konsleting listrik, Fauzan menghimbau agar para pemilik (owners) villa atau pengelola usaha sejenis untuk juga memperhatikan resiko kebakaran. Yuni sendiri memastikan bahwa sang pemilik villa, Anthony esok pagi sudah menuju ke lokasi.

Menurut Yuni, Warga Negara Asing (WNA) muallaf yang berganti nama Muhammad Tony Abdulrahman tersebut akan mengunjungi DPK Lobar untuk meminta rekomendasi sarana prasarana safety fire yang harus mereka miliki.

Sambutan