DAMKAR ADAKAN PELATIHAN KERJASAMA DENGAN PLTU JERANJANG

Foto untuk : DAMKAR ADAKAN PELATIHAN KERJASAMA DENGAN PLTU JERANJANG
Share

Giri Menang, Kamis 27 April 2017– Menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dengan PT. Indonesia Power UJP-PLTU Jeranjang terkait penanggulangan kebakaran, Pemda Lobar melalui Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lobar memberikan pelatihan terkait dengan hal-hal teknis atau antisipasi masalah kebakaran yang dilaksanakan di ruang aula Dinas Damkar, Kamis ( 27/4).
Secara aspek regulasi, ada empat aspek yang harus diperhatikan dalam penanggulangan kebakaran, yang pertama sekali adalah aspek peralatan, kedua aspek disain bangunan, ketiga managemen penanggulangan kebakaran dan yang keempat adalah aspek penegakkan hukum. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Damkar Lobar Drs. Fauzan Husniady pada saat membuka acara pelatihan tersebut.
“Walaupun secara institusi berbeda secara trek atau alur, tetapi karena perusahan ini berada di wilayah kami hal itu menjadi tanggung jawab kami, khususnya yang berkaitan dengan kebakaran,” ujar Fauzan diawal sambutannya.
Lebih jauh mantan Sekretaris Dinas PPKAD ini mengatakan, walaupun pada kenyataannya kita tidak pernah menginginkan musibah seperti itu, akan tetapi sangat diperlukan langkah-langkah antisipatif untuk menghidari terjadinya musibah kebakaran tersebut.
“Mungkin aspek pertama dan kedua PT. Indonesia Power UJP-PLTU Jeranjang Jeranjang sudah memilikinya,” tambah Fauzan. Sedangkan aspek management penanggulangan kebakaran ini sangat terkait dengan kesiapan teknis atau hal-hal yang menyangkut dengan kesiapan peralatan yang ada di perusahan tersebut. Sementara aspek penegakan hukum, itu memang ranahnya Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan penegakan hukum yang menyangkut masalah kebakaran tersebut.
Tujuan dari pelatihan kali ini difokuskan kepada aspek management penanggulangan kebakaran yang di backup oleh Pemda menyangkut kesiapan semua unsur yang ada di perusahan tersebut, baik itu menyangkut kesiapan peralatan maupun sumber daya manusianya.
“Untuk menunjukkan keberadaan Dinas Damkar, mungkin kedepannya kami akan membentuk tim relawan yang akan ditempatkan di setiap kecamatan, tujuannya adalah untuk meningkatkan responsif dan respon time sehingga komunikasi dan informasi tentang kebakaran bisa lebih cepat guna untuk bisa meminimalisir kerugian materi ataupun korban jiwa,” pungkas Fauzan.
Sementara itu ditempat yang sama, Nanang Safrudin perwakilan dari PT. Indonesia Power UJP-PLTU Jeranjang mengatakan, secara rutin PT.Indonesia Power melakukan kegiatan untuk melihat sejauh mana kompetensi dari setiap pembangkit listrik yang tergabung di dalam PT. Indonesia Power terkait masalah penanggulangan kebakaran.
Karena sama-sama diketahui di pembangkit listrik sangat riskan dengan masalah kebakaran, oleh karena itu pihak perusahaan dalam hal ini PT. Indonesia Power UJP-PLTU Jeranjang juga sangat menekankan bahwa masalah penanggulangan kebakaran adalah sebagai sebuah program yang sangat penting.
“Untuk para peserta untuk bisa mengikuti pelatihan secara seksama dan sungguh-sungguh, karena di samping untuk perusahan tetapi kegiatan ini juga membawa nama Pemda,” harapnya. (man/ardi/humas)

Sambutan